Maraknya kasus ledakan petasan membuat pakar hukum angkat suara dan meminta langkah pencegahan yang lebih serius dari berbagai pihak.
Kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum serta menciptakan keresahan di tengah masyarakat, sehingga diperlukan koordinasi yang lebih kuat antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang. Simak selengkapnya hanya di Investigasi Bencana dan Krisis.
Pakar Hukum Tekankan Koordinasi
Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya mencegah bahaya petasan. Menurutnya, penggunaan petasan yang tidak terkendali masih sering menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian material di berbagai daerah, terutama pada momentum hari besar keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa fenomena petasan bukan hanya persoalan hiburan masyarakat, tetapi juga sudah menyentuh aspek keselamatan publik yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan yang terstruktur, sistematis, dan melibatkan banyak pihak agar dampaknya tidak terus berulang setiap tahun.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor yang kuat, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat, diharapkan upaya pengawasan dan edukasi dapat berjalan lebih efektif serta mampu menekan potensi bahaya sejak dini di lingkungan masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Masyarakat Dinilai Sangat Penting
Menurut Prof Hibnu, penanganan persoalan petasan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian semata. Aparat seperti Bhabinkamtibmas memang memiliki peran penting, namun tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh unsur kewilayahan lainnya yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia menilai bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah peredaran serta penggunaan petasan berbahaya. Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh pemuda memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif di tingkat komunitas.
Selain itu, pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan tindakan represif. Edukasi yang berkelanjutan dapat membantu masyarakat memahami risiko penggunaan petasan, sehingga kesadaran untuk menjaga keamanan lingkungan dapat tumbuh secara alami.
Baca Juga:Ā Prabowo Puji Pemulihan Sumatera: Dari Bencana Hingga Kebangkitan Cepat
Penegakan Hukum Harus Konsisten
Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed tersebut juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum terhadap peredaran dan penggunaan petasan berbahaya. Ia menegaskan bahwa tanpa ketegasan aparat, akan muncul persepsi pembiaran yang dapat memperburuk situasi di lapangan.
Menurutnya, petasan berdaya ledak kecil masih bisa ditoleransi dalam batas tertentu selama tidak menimbulkan gangguan serius. Namun, untuk petasan dengan daya ledak tinggi, aparat harus bertindak tegas karena berpotensi menimbulkan dampak fatal bagi masyarakat.
Penegakan hukum yang konsisten tidak hanya bertujuan memberikan efek jera kepada pelanggar, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Dengan demikian, aturan yang sudah ada dapat berjalan secara efektif dan tidak hanya menjadi formalitas semata.
Edukasi Jadi Kunci Pencegahan
Selain aspek penegakan hukum, Prof Hibnu juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan baku petasan. Ia menilai bahwa masih terdapat celah dalam rantai distribusi yang memungkinkan bahan berbahaya jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Ia menambahkan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap produksi, distribusi, hingga penjualan di lapangan. Tanpa pengendalian yang kuat, upaya pencegahan tidak akan berjalan maksimal meskipun regulasi sudah ada.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pencegahan. Sosialisasi mengenai bahaya petasan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan perlu terus digencarkan agar masyarakat lebih sadar dan turut berperan dalam menjaga ketertiban umum.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dariĀ cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dariĀ detik.com